Senin, 24 Desember 2012

LPS kunjungi UMRAH


Tanjungpinang, UMRAH – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kunjungi UMRAH dalam rangka mengadakan Seminar (21/12) siang. Tema dari seminar dimaksud adalah "LPS dalam Menjaga Stabilitas Perbankan Nasional."  Seminar tersebut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas.
LPS berdiri sejak tahun 2004 berdasarkan UU No.24 tentang LPS dan mulai beroperasi penuh sejak tanggal 22 september 2005. Satu diantara fungsi LPS adalah menjamin simpanan nasabah penyimpan.
Adapun tujuan dari seminar yang dilaksanakan adalah agar mahasiswa mengetahui pentingnya sebuah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bagi stabilitas perbankan nasional agar tidak terjadinya kecurangan oleh pihak bank kepada nasabahnya, sehingga para nasabah merasa aman untuk menabung.
“Apabila sebuah bank mengalami kebangkrutan, dana tabungan para nasabah akan diganti maksimal Rp 2 milyar pernasabah perbank dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan LPS. Jaminan hanya diberikan kepada nasabah yang menabung di bank-bank yang beroperasional di Indonesia.” Ungkap Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara.
Direktur klaim dan Resolusi Bank, Noor Cahyo mengatakan, “LPS memiliki peran yang sangat penting dalam sistem keuangan di Indonesia.”
Seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. Harry Azhar Azis, MA. Beliau mengatakan “LPS sangat berperan penting dalam menjaga stabilitas perbankan nasional.” Tuturnya.
Akhirnya, acara ditutup dengan penyerahan bantuan kepada tiap fakultas di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan LPS juga memberikan beberapa merchandise kepada Mahasiswa yang sudah mengajukan pertanyaan serta kepada seluruh Panitia yang sudah memberikan kerjasama yang baik.

Sabtu, 01 Desember 2012

El Clasico Asia Tenggara


Kalau kita berbicara el clasico, pastinya yang terbayang adalah rivalitas panas antara 2 club raksasa Spanyol yaitu Real Madrid dan Barcelona. Tetapi, apabila kita membicarakan el clasico di Asia Tenggara, kira-kira siapakah 2 rivalitas yang menyandang nama el clasico tersebut ?

Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah Indonesia dan Malaysia. Partai klasik antara Indonesia vs Malaysia akan tersaji pada pada penyisihan Grup B Piala AFF 2012, Sabtu, 1 Desember 2012. Kedua tim dari negara bertetangga ini akan adu kekuatan di Stadion Bukit Jalil, Malaysia demi mendapatkan tempat di babak semifinal. 

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di lapangan hijau memang sudah sering terjadi. Hingga saat ini, kedua negara sudah 55 kali bertemu di berbagai ajang. Hasilnya berimbang. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengantongi 18 kemenangan dan sisanya berakhir seri. 

Di Piala AFF, Indonesia dan Malaysia juga sudah tujuh kali bertemu, termasuk 4 pertemuan saat turnamen ini masih bernama Piala Tiger. Hasilnya kedua tim kerap saling mengalahkan, tak pernah terjadi hasil imbang. Indonesia menang 4 kali, sedangkan Malaysia 3 kali.

Dari tujuh laga tersebut, dua kali Indonesia bertemu Malaysia di kandangnya, Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Indonesia menang sekali, yakni pada leg kedua babak semifinal Piala AFF 2004. Saat itu, Indonesia menang 4-1 setelah di leg pertama tertinggal 1-2. Sayang Indonesia gagal juara setelah di final kalah dari Singapura. 

Dua tahun lalu, Malaysia membalas kekalahan ini saat kedua tim bertemu di babak final leg pertama. Saat itu, timnas dipaksa menyerah 0-3 di Stadion Bukit Jalil. Kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat di babak penyisihan Grup A Indonesia berhasil membantai Malaysia dengan skor telak 5-1 di Gelora Bung Karno. 

Indonesia memang berhasil memenangkan leg kedua dengan skor 2-1. Namun hasil ini tidak cukup untuk mengantar Indonesia ke tahta juara setelah kalah agregat 2-4 atas Moh Safe Sali dan kawan-kawan. 

Legenda hidup timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto yang menyumbang satu gol bagi kemenangan timnas di Bukit Jalil 2004 lalu telah merasakan beratnya duel di Negeri Jiran. Menurutnya, tekanan dari publik tuan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi timnas. 

"Jangan takut kalah dan merasa terbebani. Nothing to lose. Jaga terus kepercayaan diri tapi tidak usah berlebihan," itulah mungkin kalimat yang ingin disampaikan oleh pendukung setia sang Garuda untuk memotivasi pahlawan merah putih di lapangan hijau.




Rekor pertemuan Indonesia vs Malaysia di Piala Tiger/AFF

Piala Tiger 1996
13 September 1996: Malaysia 3-1 Indonesia (Semifinal)

Piala Tiger 2002
27 Desember 2002: Indonesia 1-0 Malaysia (Semifinal)

Piala Tiger 2004
28 Desember 2004: Indonesia 1-2 Malaysia (Semifinal Leg 1)
3 Januari 2005: Malaysia 1-4 Indonesia (Semifinal leg 2)

Piala AFF 2010:
1 Desember 2010: Indonesia 5-1 Malaysia (Penyisihan grup A)
26 Desember 2010: Malaysia 3-0 Indonesia (Final leg 1)
29 Desember 2010: Indonesia 2-1 Malaysia (Final leg 2)

Selasa, 16 Oktober 2012

Kunci Menghafal Cepat dan Tahan Lama


TANJUNGPINANG (AM) -  Lembaga Bimbingan Belajar Salman Bandung menjelaskan metode penghafalan secara cepat dan tahan lama di kampus STTI. Kata Nurul Saepul sebagai Manajer Akademik Salman Bandung.
“Metode ini adalah metode yang kami pakai untuk menghafal cepat,” kata Manajaer Akademik Lembaga Bimbingan Belajar Salman Bandung, Nurul Saepul di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STTI) Tanjungpinang, Minggu (14/10).
Pada dasarnya teknik meringkas ini telah ditemukan sejak abad ke-3 oleh para ilmuwan Yunani dan Romawi. Prinsip dasarnya dipopulerkan oleh Dr. Tony tahun 1970-an dengan nama Mind Map. “Ini merupakan pelatihan kreatif training yaitu pelatihan untuk menghafal cepat dan tahan lama,” terangnya.
Pelatihan itu sendiri dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah menghafal cepat dansesi kedua Mind Map . “Jadi inti dari metode tersebut adalah Mind Map,” akunya. Metode menghafal menurut Saepul, sangat cocok bila diterapkan pada pelajat atau mahasiswa dan guru pengajar. Pelajar atau mahasiswa akan lebih optimal dalam memahami dan juga menghafal pelajaran ataupun mata kuliah dengan menggunakan metode ini.
Sementara untuk guru pengajar metode ini bisa menjadi model kreatif yaitu memberikan contoh untuk anak didiknya tentang bagaimana cara menghafal dan mempelajari sebuah pelajaran dengan cepat dan mudah juga tahan lama.
“Tidak hanya menghafal angka saja, metode ini juga bisa untuk menghafal kata-kata atau kalimat,”. Jelas Saepul. Dalam seminar dan pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Bimbingan Belajar Salman Bandung di STTI Tanjungpinang ini menghadirkan pembicara Ken Paramitha dan Emyrita Diah P. Keduanya merupakan pakar dalam Mind Map di Indonesia.(am)

Senin, 10 September 2012

Mari Membaca


Salah satu ciri bangsa maju adalah budaya baca dan tulisnya tinggi. Mereka umumnya rajin membaca. Bagi mereka membaca merupakan bagian dari hidup dan buku sebagai kebutuhan pokok. Sehingga tidak heran produk buku dan media cetak lainnya cukup tinggi dan terus meningkat dari waktu ke waktu baik kualitas, kuantitas maupun jenis.
Namun pada faktanya kemampuan membaca (Reading Literacy) anak-anak Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, bahkan dalam kawasan ASEAN sekali pun. International Association for Evaluation of Educational (IEA) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar Kelas IV pada 30 negara di dunia, menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke 29 setingkat di atas Venezuela yang menempati peringkat terakhir pada urutan ke 30.
Data di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan “Education in Indonesia From Cricis to Recovery“ tahun 1998. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI Sekolah Dasar kita hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51,7 setelah Filipina yang memperoleh nilai 52,6 dan Thailand dengan nilai 65,1 serta Singapura dengan nilai 74,0 dan Hongkong yang memperoleh nilai 75.5 sementara di kawasan Asia Timur Budaya membaca masyarakat Indonesia adalah yang terendah dari 52 negara. berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja Sama Ekonomi (OECD).
Menurut Kepala Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya, Arini, dalam seminar “Libraries and Democracy” di Surabaya Rabu, OECD juga mencatat 34,5 persen masyarakat Indonesia masih buta huruf. Kita bandingkan dengan Jepang, bagi mereka membaca sudah menjadi budaya positif yang dimulai sejak Restorasi Meiji seabad lalu. Dengan tekad kuat, mereka mulai menerjemahkan buku-buku asing dari Amerika dan Eropa. Masyarakat Jepang adalah masyarakat gila buku dengan fakta setiap tahun tercetak lebih dari 1 milliar buku. Budaya membaca dilakukan dimana saja mulai di sekolah, densha (kereta listrik), perpustakaan, toko buku, dll. Beberapa anak muda Jepang seringkali melakukan “tachiyomi”. Tachiyomi adalah kegiatan membaca sambil berdiri walaupun tidak membeli).
Perpustakaan Jepang tidak pernah sepi dari pengunjung. Tahun 2002 lalu, Jepang bekerjasama dengan University of Tokyo sukses meluncurkan “e-library for community” atau dikenal sebagai perpustakaan berbasis digital. Program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh kalangan untuk dapat menikmati bacaan dengan cuma-cuma atau gratis.
Selain Jepang, ada pula negara Rusia yang juga sama-sama penggila buku. Orang-orang Rusia paling suka membaca buku. Buku yang dijual di Rusia sangat murah. Orang yang paling miskin di Rusia dapat membeli 10 buku setiap bulan. Bahan pembicaraan mereka tidak pernah lepas dari buku bacaan. Karena itulah banyak sekali ilmuwan pintar lahir disana salah satunya Yuri Gagarin. Ia adalah orang Rusia pertama yang terbang ke luar angkasa.
Malaysia dan Singapura juga sedang menggalakkan budaya membaca. Dari data yang saya peroleh Filipina yang rasio jumlah penduduk dengan surat kabar adalah 1:30 bahkan Malaysia 1:8,1. Indonesia sendiri masih 1:43 yang artinya satu surat kabar untuk 43 orang, padahal rasio yang ideal adalah 1:10.
Ironi sekali bila kita melihat indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa, namun memilki tingkat baca yang masih sangat rendah dari negara lainnya. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun atas hal ini, karena semua itu kembali kepada kita diri kita masing-masing. Dan sepatutnya kita bertanya pada diri sendiri, “SUDAH MEMBACAKAH AKU?”